Tiga WNI ditangkap karena secara ilegal memasuki zona merah Kovit-19 Tawa Sabah

Kota Kinabalu: Pasukan keamanan terus bermain kucing dan tikus di pantai timur Sabah karena imigran ilegal terus mencoba menyelinap masuk menggunakan pintu.

Namun, tiga WNI yang masuk Dhawa dari negara tetangga Kalimantan, terjebak di dalam mobil bersama agen lokal mereka di KG Hitayat bersama dengan Jalan Abbas sekitar pukul 05.30 pada Sabtu (12 Juni), 6 km dari kota.

Tiga pria – dua pria dan seorang wanita – mengaku datang dari Sungai Bangkong (Kalimantan), Indonesia, menurut Datuk Ahmad Fouad Othman, wakil komisaris Komando Keamanan Sabah Timur (Escom).

Orang lokal yang menyediakan transportasi juga ditangkap dan mobilnya disita, dan para tersangka, berusia antara 25 dan 57 tahun, akan diselidiki berdasarkan Undang-Undang Imigrasi, katanya.

Dalam operasi penangkapan lain, polisi Marinir Tawaw menahan sembilan imigran gelap yang tinggal di rumah persembunyian di Kampung Tawaw Lama selama pencarian pada pukul 05:05 pada hari Sabtu.

Wakil Kepala Staf Polisi Laut Tawaw Mohamed Nasri Ismail mengatakan para tersangka diyakini telah memasuki distrik itu secara ilegal.

Tawau adalah distrik terparah di Sabah dalam hal kasus Pemerintah-19 dan masalah ini telah meningkat selama dua bulan terakhir.

Tingginya tingkat keamanan di sepanjang perbatasan kabupaten dengan negara tetangga Kalimantan telah mencegah masuknya imigran gelap ke negara tersebut.

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply

Deteksimalut