Saravanan: Indonesia akan melanjutkan pembicaraan tentang MCIA, rekrutmen, pengangkatan asisten rumah tangga

Petaling Jaya: Datuk Seri M Saravanan telah mengatakan bahwa Malaysia dan Indonesia akan melanjutkan pembicaraan baru untuk menandatangani nota kesepahaman tentang penunjukan dan pekerjaan pembantu rumah tangga.

Menteri sumber daya manusia mengatakan dia telah menghadiri diskusi virtual dengan menteri sumber daya manusia Indonesia Ida Fouzia pada 6 Mei.

“Pembahasan dengan pihak Indonesia bertujuan untuk melanjutkan kembali negosiasi guna finalisasi nota kesepahaman mengenai pengangkatan dan perekrutan PRT Indonesia lebih awal,” katanya dalam keterangannya, Kamis (24 Juni).

Pada bulan Desember tahun lalu, pemerintah Malaysia mengatakan perlu waktu untuk memikirkan persyaratan baru yang telah ditetapkan Indonesia untuk perjanjian kerja bagi pembantu rumah tangga.

Saravanan menjelaskan, pembicaraan sempat tertunda sementara setelah diberlakukan di Jakarta pada 15 Juni 2021, termasuk beberapa kasus positif yang tercatat di kalangan pegawai Kementerian Sumber Daya Manusia RI.

“Diskusi antara kedua belah pihak akan dilanjutkan hanya setelah Indonesia menyelesaikan penguncian dan pejabat kementerian kembali ke kantor,” tambah Saravanan.

Diakuinya, persoalan PRT asing muncul menyusul diberlakukannya beberapa perintah pembatasan operasional pada 18 Maret tahun lalu dan minimnya masukan asing baru dari negara-negara sumber.

“Rekrutmen tenaga kerja asing baru, termasuk pembantu rumah tangga, diperkirakan tidak akan terjadi hingga akhir tahun ini,” kata Saravanan.

Dia juga berterima kasih kepada kepemimpinan Perdana Menteri Tan Sri Muhaidin Yassin, yang memahami perlunya majikan untuk terus melayani pembantu rumah tangga asing.

Februari

“Ketentuan MoU berakhir pada 30 Mei 2016,” kata Saravanan.

Menurut Menteri Sumber Daya Manusia, sebagian besar PRT berasal dari Indonesia, per 28 Februari tahun ini, sebanyak 73.173 PRT asal Republik.

Banyak agen tenaga kerja besar telah berulang kali meminta pemerintah untuk mencabut larangan pekerja rumah tangga asing.

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply

Deteksimalut