Rep. McCaul mengklaim Taliban tidak mengizinkan warga AS meninggalkan bandara Mazar-i-Sharif

“(Taliban) tidak mengizinkan pesawat untuk berangkat. Mereka sudah duduk di bandara selama beberapa hari terakhir,” kata McCaul di Fox News Sunday. “Kami tahu alasannya adalah karena Taliban menginginkan sesuatu sebagai gantinya. Ini benar-benar Chris, berubah menjadi situasi penyanderaan di mana mereka tidak akan mengizinkan warga Amerika pergi sampai mereka mendapatkan pengakuan penuh dari Amerika Serikat.”

McCaul mengatakan kepada Fox News bahwa dia telah menerima informasi “di ruang rahasia,” bahwa jumlah orang Amerika di Afghanistan adalah “ratusan.”

Republikan Texas itu menambahkan: “Kami memiliki enam pesawat di bandara Mazar Sharif, enam pesawat dengan warga negara Amerika saat saya berbicara, juga dengan penerjemah ini, dan Taliban menyandera mereka untuk tuntutan sekarang.” CNN belum dapat secara independen mengkonfirmasi klaim McCaul bahwa pesawat dengan warga negara Amerika di dalamnya tidak dapat meninggalkan bandara.

Juru bicara McCaul Leslie Shedd mengklarifikasi: “Ada pesawat yang menunggu lepas landas di Mazar-i-Sharif yang tidak diizinkan lepas landas oleh Taliban. Awalnya ada masalah dengan manifes yang tidak cocok dengan manusia sebenarnya di pesawat tetapi itu sudah diselesaikan. beberapa hari yang lalu…Talibanlah yang menolak mengizinkan mereka meninggalkan negara itu.”

Departemen Luar Negeri AS mengatakan tidak memiliki informasi tentang situasi khusus ini tetapi mencatat bahwa AS tidak lagi memiliki sumber daya di Afghanistan.

“Kami memahami kekhawatiran yang dirasakan banyak orang ketika mereka mencoba memfasilitasi piagam lebih lanjut dan perjalanan lain keluar dari Afghanistan. Namun, kami tidak memiliki personel di darat, kami tidak memiliki aset udara di negara itu, kami tidak mengontrol wilayah udara — baik di Afghanistan atau di tempat lain di kawasan itu,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri kepada CNN.

“Mengingat kendala ini, kami juga tidak memiliki sarana yang dapat diandalkan untuk mengonfirmasi rincian dasar penerbangan charter, termasuk siapa yang mungkin mengaturnya, jumlah warga AS dan kelompok prioritas lainnya di dalam pesawat, keakuratan manifes lainnya. , dan di mana mereka berencana untuk mendarat, di antara banyak masalah lainnya,” kata juru bicara itu.

Dewan Keamanan Nasional tidak segera menanggapi permintaan komentar atas klaim McCaul.

Seorang juru bicara Ascend, sebuah organisasi nirlaba yang membantu mengevakuasi orang-orang dari Afghanistan, mengatakan kepada CNN bahwa ada orang-orang yang menunggu di dekat bandara Mazar-i-Sharif karena Taliban tidak mengizinkan pesawat lepas landas. Juru bicara tersebut mengklarifikasi bahwa orang-orang yang menunggu untuk terbang tidak secara fisik menunggu di pesawat.

Juru bicara itu mengatakan bahwa Ascend berusaha membantu 34 orang pergi, dan mulai bekerja dengan LSM lain untuk mengatur penerbangan, untuk 1.300 orang. Mereka mengetahui 19 warga AS dalam kelompok itu, tetapi kemungkinan ada lebih banyak, menurut Ascend.

Departemen Pertahanan AS siap untuk menerima orang-orang di Qatar dan memproses mereka, ketika mereka bisa sampai di sana, kata juru bicara itu.

CNN sebelumnya telah melaporkan bahwa penerbangan domestik dan misi bantuan kemanusiaan telah dilanjutkan di bandara di Kabul ke bandara di Kandahar dan Mazar-i-Sharif, tetapi bandara Kabul belum memulai kembali penerbangan internasional sipil. Maskapai penerbangan nasional Afghanistan juga melanjutkan lebih banyak penerbangan domestik hari Minggu dari Kabul ke kota Kandahar dan Mazar-i-Sharif.

Departemen Luar Negeri mengatakan akan memegang komitmen Taliban untuk mengizinkan orang-orang meninggalkan Afghanistan dengan bebas.

“Kami akan memegang Taliban pada janjinya untuk membiarkan orang bebas meninggalkan Afghanistan. Seperti semua komitmen Taliban, kami fokus pada perbuatan bukan kata-kata, tapi kami mengingatkan Taliban bahwa seluruh komunitas internasional fokus pada apakah mereka memenuhi komitmen mereka. ,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri.

McCaul menegaskan kembali keyakinannya bahwa para pejabat AS seharusnya tidak mempercayai Taliban.

“Saya pikir dalam banyak hal karena pemerintahan ini mengabaikan peringatan dari penilaian komunitas intelijen, mengesampingkan para jenderal top, kami menemukan diri kami dalam situasi yang sangat genting dan berbahaya di mana Taliban sekarang mendikte persyaratan kepada kami,” kata McCaul.

Ketika pemerintahan Trump mengumumkan perjanjian Taliban pada Februari 2020, McCaul memuji perjanjian tersebut.

“Saya memuji Presiden Trump, dan Sekretaris Pompeo dan Esper karena mencapai kesepakatan dengan Taliban dan deklarasi bersama yang sesuai dengan pemerintah Afghanistan,” kata McCaul dalam sebuah pernyataan pada saat itu, menambahkan: “Sangat penting bahwa kekuatan sisa tetap di tempat sampai perdamaian abadi tercapai.”

Pada saat pemerintahan Biden melaksanakan penarikan terakhir dari Afghanistan pada bulan Agustus, McCaul telah beralih mengkritik keterlibatan Gedung Putih dengan Taliban.

“Menyalahkan ini pada pemerintahan sebelumnya, saya pikir, adalah salah paham, karena faktanya, ini adalah kesepakatan berdasarkan kondisi,” kata McCaul pada 16 Agustus. “Dan kondisi itu tidak diikuti oleh Taliban.”

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply

DETEKSIMALUT.COM PARTICIPE AU PROGRAMME ASSOCIÉ D'AMAZON SERVICES LLC, UN PROGRAMME DE PUBLICITÉ AFFILIÉ CONÇU POUR FOURNIR AUX SITES UN MOYEN POUR GAGNER DES FRAIS DE PUBLICITÉ DANS ET EN RELATION AVEC AMAZON.IT. AMAZON, LE LOGO AMAZON, AMAZONSUPPLY ET LE LOGO AMAZONSUPPLY SONT DES MARQUES COMMERCIALES D'AMAZON.IT, INC. OU SES FILIALES. EN TANT QU'ASSOCIÉ D'AMAZON, NOUS OBTENONS DES COMMISSIONS D'AFFILIATION SUR LES ACHATS ÉLIGIBLES. MERCI AMAZON DE NOUS AIDER À PAYER LES FRAIS DE NOTRE SITE ! TOUTES LES IMAGES DE PRODUITS SONT LA PROPRIÉTÉ D'AMAZON.IT ET DE SES VENDEURS.
Deteksimalut