Ratch membeli pabrik Indonesia untuk menggantikan kapasitas

Pembangkit listrik milik Ratch Group di Ratchapuri.

BT di Indonesia. Roch Group PLC, perusahaan listrik swasta terbesar di Thailand, baru-baru ini mengumumkan akuisisi 2.045 MW (MW) pembangkit listrik termal berbahan bakar batubara dari Python Energy (PE). Penjualan pasar.

Perusahaan mengatakan akuisisi itu diperlukan karena konsesi pembangkit listrik tenaga gas tua di Ratchapuri akan berakhir dalam beberapa tahun ke depan setelah hampir dua dekade beroperasi.

Bochnit Wongrukmit, ketua badan pengelola Electricity Generating Authority (ECOT) milik negara Thailand, mengatakan Ratch harus menemukan fasilitas pembangkit listrik baru.

Ratch adalah perusahaan pembangkit listrik yang berdiri sendiri dengan 45% saham di perusahaan tersebut.

Pembangkit listrik tenaga gas milik Ratchasima di Ratchapuri memiliki tiga pembangkit listrik termal, masing-masing berkapasitas 700 MW dan pembangkit listrik kogenerasi berkapasitas 1.400 MW.

Kapasitas gabungan mereka adalah setengah dari total kapasitas Rach 7.215 MW.

Poonaid mengatakan penjualan bahan bakar fosil dan aset pembangkit listrik berbasis energi terbarukan di Thailand jarang terjadi.

Dia mengatakan sulit untuk membeli fasilitas operasional di luar negeri karena ada persaingan ketat karena perang harga.

Mr Poonit mengatakan pembelian pembangkit listrik tenaga panas batubara di Indonesia akan membuka peluang bisnis baru bagi Rach karena negara ini memiliki populasi terbesar dan permintaan listrik terbesar di Asia Tenggara.

Perusahaan sebelumnya telah mengumumkan bahwa mereka telah mengakuisisi 45,5% saham PE dari Mitsui & Co. melalui RH International (Singapore) Corp Pvt Ltd yang dimiliki sepenuhnya, dengan maksud untuk meningkatkan kapasitas pembangkit listriknya.

Unit 3, 7 dan 8 dari PE Python terletak 150 km tenggara Surabaya di Jawa Timur, Indonesia.

Transaksi ini dijadwalkan akan ditutup pada Maret tahun depan.

Roch tidak mengungkapkan nilai pembelian properti tersebut.

“Membiayai pembelian dengan meningkatkan modal terdaftar lebih baik daripada meminta utang baru karena rasio utang terhadap ekuitas perusahaan akan menjadi terlalu tinggi dan mempengaruhi likuiditasnya,” kata Poonianit.

Pada 22 Juni, Dewan Roach menyetujui rencana perusahaan untuk meningkatkan modal terdaftar dari 14,5 miliar botol menjadi 22,19 miliar dengan menerbitkan saham biasa.

Namun, setelah pengumuman rencana modal, saham Ratch turun hampir 10% dalam beberapa jam, berkisar antara 50-51 hingga 44-45 baht per saham.

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply

Deteksimalut