Deteksimalut

Dapatkan berita terbaru tentang Indonesia. Baca Breaking News di Indonesia diperbarui dan diterbitkan

Indonesia menetapkan bea masuk antidumping pemerintah terkait perdagangan baja dari Vietnam

Dikeluarkan oleh Bernama

Pemerintah Malaysia telah memberlakukan bea masuk antidumping atas impor baja canai dingin dalam bentuk gulungan, lembaran atau bentuk (material) lainnya yang dibuat atau diekspor dari Indonesia dan Vietnam.

Dalam keterangannya kemarin, Kementerian Perdagangan dan Industri Internasional (MITI) menyebutkan, pajak pencegahan limbah untuk Indonesia berkisar antara 8,8% hingga 34,82% dan untuk Vietnam dari 7,81% hingga 23,84%.

Lebih lanjut MITI menyatakan bahwa bea tersebut sama dengan besarnya margin dumping tetap.

Departemen Bea Cukai Kerajaan Malaysia telah memberlakukan pajak anti-sampah atas barang-barang yang dijual selama lima tahun dari 24 April 2021 hingga 23 April 2026.

“Pengenaan bea antidumping atas penjualan barang dari negara-negara ini diharapkan dapat menyelesaikan masalah praktik perdagangan yang tidak adil,” katanya.

Pada 28 Juli 2020, pemerintah meluncurkan investigasi pencegahan sampah di bawah Anti-Dumping Dabilities Act 1993 dan Anti-Dumping and Dumping Duty Regulations 1994, yang berasal atau diekspor dari Indonesia dan Vietnam.

Permintaan tersebut berdasarkan petisi yang diajukan oleh Bahru Stainless SDNPT, produsen baja dalam negeri.

Dari hasil penyelidikan, pemerintah menemukan bahwa barang-barang dari negara-negara tersebut dibawa ke Malaysia dengan harga yang lebih rendah daripada yang dijual di negara-negara tersebut, dan material tersebut merugikan industri lokal di Malaysia.

MITI juga mengatakan bahwa pemangku kepentingan seperti produsen lokal, importir, produsen / eksportir asing dan asosiasi yang terkait dengan penyelidikan dapat memperoleh salinan laporan resolusi akhir versi rahasia dengan mengajukan aplikasi tertulis ke Kementerian.

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi 03-6208 4634/4639/4642/4646 atau email [email protected].

READ  Little Indonesia, Somersworth, Pusat Kebudayaan Tahap Pertama NH