Indonesia larang ekspor anak lobster

Kementerian Kelautan dan Perikanan Indonesia telah mengeluarkan peraturan yang melarang ekspor benih lobster.

Larangan tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan perikanan darat Indonesia dan membawa manfaat ekonomi bagi Indonesia, kata Dirjen Perikanan D.P. kata Heru Rahayu. Menurut waktu.

Diangkat pada Desember 2020, Menteri Shakti Wahu Trengo mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa larangan itu adalah salah satu prioritasnya untuk melindungi sumber daya laut setempat.

“Pembatasan ini merupakan salah satu janji saya setelah menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan pada Desember 2020. Saat itu, saya bersikeras membudidayakan anakan lobster, salah satu kekayaan laut Indonesia, di wilayah Indonesia.

Larangan itu secara resmi mengakhiri kebijakan kontroversial mantan Menteri Perikanan Eddie Bravo. Pada Mei 2020, Bravo menerapkan aturan kontroversial yang mengizinkan dimulainya kembali ekspor benih lobster, membatalkan larangan 2016 yang diberlakukan oleh pendahulu Prabo, Susie Budgyastuti. Dalam waktu dua bulan sejak keputusan ini, kementeriannya telah mengeluarkan izin ekspor ke 31 dari 100 perusahaan yang meminta persetujuan.

Pada awal tahun 2020, penyelidikan dilakukan terhadap hubungan antara Bravo dan beberapa eksportir lokal, dan pemilik serta pejabat senior dari banyak perusahaan tersebut diketahui adalah anggota Partai Gerakan Indonesia Raya atau Jerinho-Probo. Seorang anggota senior.

Prabho dan petugas lainnya ditahan di Bandara Soccerno-Hatta di Indonesia pada 25 November 2020 saat kembali dari perjalanan ke Amerika Serikat.

Pada April lalu, Probo didakwa menerima uang dari beberapa perusahaan dengan imbalan izin ekspor larva lobster.

Foto milik Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply

Deteksimalut