modules/news/images/5ecabdfbc3af92707caf7aab0a3f4b34.gif

Tim Satgas Covid-19 saat melakukan pemakaman jenazah terduga positif Covid-19

Risman /deteksimalut

HALSEL, dMcom -- Sempat di tolak untuk dimakamkan di kampung halaman, jenazah terduga Covid-19 berinisial RMN (45) asal Kayoa yang meninggal dunia saat di rujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Labuha pada Kamis (30/4/2020) sekitar pukul 12.00 Wit siang tadi, akhirnya dimakamkan diam-diam oleh Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan, dalam hal ini Satuan Gugus Tugas (Satgas) Covid-19 Halsel di perkuburan umum Desa Amasing Kali Kecamatan Bacan.

Pemakaman berlangsung malam ini pukul 20.30 Wit, menggunakan Protokol Covid-19.

Pantauan deteksimalut.com di lokasi pemakaman terlihat belasan orang menggunakan baju serba putih bersiap mengangkut jenazah yang berada di dalam mobil Ambulance untuk dikebumikan.

Puluhan aparat dari TNI dan Polri serta Satpol PP di siagakan untuk menjaga keamanan mengantisipasi aksi penolakan warga. 

Sekretaris Tim Satuan Gugus Tugas (Satgas) Covid-19 Kabupaten Halmahera Selatan Daud Djubedi yang dikonfirmasi mengatakan langkah ini diambil Satgas Covid-19 Kabupaten karena sesuai ketentuan jenazah tersebut tidak bisa lagi di bawah pulang ke kampung halaman di Kayoa.

"Pertimbangan secara protokol tidak boleh lagi di bawah pulang ke Kayoa, takutnya akan menyebar virus disana, jdi pertimbangn medis jenazah harus dikuburkan di bacan," ujar Daud Djubedi.

Menyingungg nantinya akan ada aksi protes warga Daud mengatakan bahwa proses penguburan jenazah sudah sesuai SOP jadi di jamin aman.

"Setelah jenazah di kuburkan virusnya juga otomatis ikut mati," katanya.

Hingga berita ini dipublish proses pemakaman masih berlangsung.   

(dm/nj/57)


Posting komentar

Nama
Lokasi
Email
URL
Komentar
  captcha contact us
Silakan masukkan kode