modules/news/images/b5c722ebd0f0c8462caced94e8ccd43a.gif

Jefri Ham (Foto: ist/dMcom)

Risman/deteksimalut

HALSEL, dMcom – Jefri Ham memberikan hak jawab atas pemberitaan yang dimuat deteksimalut.com, tanggal 30 Oktober 2019, berjudul "Diduga Gelapkan Dana Proyek, Jefri Ham Terancam 4 Tahun Bui".

Jefri Ham merasa keberatan soal tudingan penggelapan dana proyek yang dialamatkan padanya. Dalam kasus dugaan penipuan yang dituduhkan Hartono Thek menurutnya sebuah opini sehingga perlu diluruskan.

Jefri Ham selaku pengadu saat ditemui deteksimalut.com, Jumat (17/07/2020) menyesalkan tudingan tersebut, dia menjelaskan apa yang disampaikan Hartono Thek hanya untuk menutupi kesalahannya, karna selama kerja sama dengannya tidak pernah di bayar, begtu juga dengan pesanan barang elektronik dan sperpart alat berat tidak di bayar.

Lanjut dia, bahwa hubungan dirinya dengan Hartono Thek tidak sekedar partner kerja tapi lebih dari itu sebagai keluarga, dan hubungan itu sudah belangsung lama.

“Kalau memang saya membohonginya saya tidak selamat. Setiap pekerjaan proyek yang ditangani ada surat kuasa sebut saja proyek jalan Songa-Bibinoi tahun 2013-2014, dimana seluruh proses pekerjaan hingga pencairan itu dikuasakan pada saya, jika itu tidak ada, mana mungkin Dinas Pekerjaan Umum Halmahera Selatan mau cairkan anggaran,” katanya.

"Kalau surat kuasa dibilang palsu dasarnya apa, kan yang tandatangan itu Hartono Thek selaku pemilik proyek. Intinya apa yang dituduhkan Hartono Thek semuanya tidak benar,” tutur Jefri menambahkan.

Berikut hak jawab dari Jefri Ham melalui pesan aplikasi WhatsApp yang diterima deteksimalut.com, Sabtu 18 Juli 2020:

Kepada redaksi media online Deteksimalut.com.

Sehubungan dengan pemberitaan sebelunya yang berjudul "Diduga Gelapkan dana proyek, Jefri Ham Terancam 4 Tahun Bui" itu tidak benar dan perlu saya klarifikasi bahwa yang sebenarnya terjadi itu hanya sebua opini untuk menutupi kesalahan dia karna selama sy kerja sama dia tidak perna di bayar dan bgtu juga dengan ada juga pesanan beli brg elektronik dan spepart alat berat tidak di byr atau ganti uang semua itu uang sy dan semua dana dia sdh terima dan bukti RTGS yg di jadikan bukti itu sy sendiri yg berikan bkn dari yg punya cv. dan klu benar sy yg menggelapkan dana knp dari tahun 2013 sy tidak di laporkan dengan dana yg bgtu besar...dan baru tahun 2020 baru di laporkan itu msk logika tidak..dan dia bilang bawa dia tidak terima uang..itu tidak benar...

Atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan atas pemberitaan sebelumnya, redaksi meminta maaf.

(dm/nj/07)


Posting komentar

Nama
Lokasi
Email
URL
Komentar
  captcha contact us
Silakan masukkan kode