modules/news/images/bdeeaa099857c4d11853ce0dcde54b84.gif

Jefri Ham (Foto: Ist/dMcom)

Risman /deteksimalut

HALSEL,dMcom -- Pemilik Penginapan Borero, Jefri Ham dilaporkan ke Polres Kabupaten Halmahera Selatan. Jefri diduga telah melakukan penggelapan dana proyek pembangunan Bronjong di Desa Bori, Kecamatan Bacan Timur, senilai Rp 700 juta lebih pada tahun 2013 lalu. Kasus ini dilaporkan oleh Hartono Thek ke Polres Halsel, lantaran merasa ditipu oleh Jefri.

Jefri yang merupakan sahabatnya sendiri sesama kontraktor saat itu di percayakan membantu memasukan dokumen kontrak ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Halsel.

Kini kasus tersebut dalam proses penyelidikan polisi. Pemilik proyek Hartono Thek dalam keterangannya mengaku terpaksa melaporkan kasus ini karena dirinya merasa ditipu oleh Jefri.

Menurut Thek, proyek Bronjong merupakan kegiatan tanggap darurat milik BPBD yang diberikan kepercayaan padanya untuk mengerjakan, namun, Jefri menawarkan diri membantu menyiapkan segala sesuatunya termasuk dokumen kontrak dan nama perusahaan.

"Proyek itu milik saya, Jefri hanya membantu menjalankan saja, tapi anehnya waktu pencairan dana dilakukan sendiri tanpa sepengetahuan saya selaku pemilik proyek." ujar Hartono.

Dirinya mengaku baru mengetahui dari Direktur Cabang CV Arisahdian, bahwa anggaran proyek sudah cair dan meminta fee pada Jefri sebesar Rp 5 juta.

"Saya langsung panggil Jefri dan istrinya dan mereka mengaku uang tersebut sudah habis dipakai, dan bersedia akan mengganti, tapi sampai sekarang belum dikembalikan," terangnya.

Lanjut dia, tindakan penipuan ini dilakukan Jefri sudah berulang kali, termasuk pekerjaan proyek penimbunan lokasi Asombang tahun 2014, yang nilainya mencapai Rp 800 juta, dan uangnya di ambil semua tanpa sepengetahuan dirinya, padahal biaya timbunan menggunakan uang pirbadi.

"Kasus ini pernah dilaporkan ke Polres Halsel tahun 2015, namun tidak dilanjutkan, begitu juga kasus dugaan pemalsuan surat kuasa penggunaan alat berat," ujar Hartono.

Kepala Satuan (Kasat) Reskrim Polres Halsel, IPTU Gastimur Wanto, dikonfirmasi deteksimalut.com, Rabu (30/10/2019) mengatakan, sejauh ini sudah ada 6 Saksi yang diperiksa penyidik, termasuk pelaku Jefri Ham.

Meski begitu, pihaknya berencana akan mengkonfrontir keduanya untuk memastikan bebenarannya. Pasalnya, terlapor Jefri mengaku pencairan dana yang dilakukannya atas pengetahuan pelapor Hartono Thek.

“Jika kasus ini benar terbukti maka Jefri Ham akan dikenakan Pasal 372 KUHP tentang Penggelapan dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara," tandas Kasat Reskrim Polres Halsel IPTU Gastimur Wanto.

(dm/nj/09)

Posting komentar

Nama
Lokasi
Email
URL
Komentar
  captcha contact us
Silakan masukkan kode