modules/news/images/a884fa51d349df21ec4de069f2988943.gif

Penampakan Mobil pengangkut BMM yang melakukan kegiatan transaksi penjualan ilegal

Lamagi/deteksimalut

Halteng, dMcom — Sejumlah warga Kecamatan Weda, Weda Tengah, dan Weda Selatan Kabupaten Halmahera Tengah menyampaikan keresahannya, bahwa Halteng merupakan pintu aksi ilegal mulai dari praktik illegal logging hingga penjualan bahan bakar minyak (BBM) ilegal.

Meski begitu, warga hanya bisa menyaksikan praktik kotor yang memperjualbelikan BBM ilegal yang diduga melibatkan oknum anggota Polri.

Mereka berharap Polres Halmahera Tengah membongkar praktik penjualan BBM ilegal ini. Rizky salah satu warga kepada awak media, Rabu (8/7/20) malam tadi, megatakan aksi ilegal di Kabupaten Halmahera Tengah tak terbendung lagi.

Pasalnya, aksi ilegal dilakukan secara terang-terangan dipertontonkan kepada masyarakat. Mirisnya lagi para pelaku ilegal bukan hanya warga sipil tetapi sejumlah oknum polisi diduga ikut berperan besar dalam kegiatan transaksi penjualan BBM ilegal.

Hal ini yang menyebabkan aksi ilegal BBM tumbuh subur di Halmahera Tengah. Aksi penjualan BBM ilegal tumbuh subur karena meskipun tanpa dokumen tetap saja lolos masuk sampai di Lelilef.

“Aksi warga sipil ini selalu beralasan petugas keamanan yang diberikan upah setiap bulan oleh negara saja bisa berbisnis secara ilegal dengan alasan mencari “uang rokok”, kenapa kita selaku warga sipil tidak bisa,” jelasnya mengutip alasan pelaku bisnis BBM ilegal saat berbincang.

Rizky juga mengaku melihat salah satu pelaku bisnis BBM ilegal, yakni bekas Kepala Desa Bale Oba yang meloloskan BBM dari Gita dan Sofifi Oba ke Lelilef tanpa dokumen. Namun, sampai saat ini bekas Kades Bale itu tak ditahan oleh pihak kepolisian.

(dm/ode/57)


Posting komentar

Nama
Lokasi
Email
URL
Komentar
  captcha contact us
Silakan masukkan kode